Jumat, 11 September 2020

TEKNOLOGI PERKEMBANGBIAKAN PADA TUMBUHAN

A.      Hidroponik

Hidroponik merupakan cara penanaman tumbuhan dengan menggunakan larutan nutrisi dan mineral dalam air tanpa menggunakan tanah. Tanama darat khususnya sayuran seperti paprika, tomat, timun, terong, dan selada dapat ditanam secara langsung dalam wadah yang berisi nutrisi atau dengan ditambah medium yang tak larut dalam air, misalnya kerikil, arang, sekam, spons, serbuk kayu, dan lain-lain. Ilmuawan menemukan bahwa tumbuhan menyerap nutrisi yang penting dalam bentuk ion-ion yang terlarut dalam air.

Menanam dengan cara hidroponik tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut ini beberapa kelebihan dan kekurangan menanam dengan cara hidroponik.

Kelebihan Hidroponik:

1.       Cukup mudah dan praktis

Menanam dengan hidroponik akan lebih mudah dan praktis. Petani tidak perlu cacing atau sejenisnya untuk menggemburkan tanah. Namun, agar dapat mendapatkan hasil yang lebih memuaskan tetap dibutuhkan dasar ilmu mengenai hidroponik.

2.       Hemat lahan

Dibanding dengan menanam biasanya yang membutuhkan lahan tanah yang luas, lainya halnya dengan hidroponik yang bisa dimulai dari dalam rumah sekalipun. Karena hidroponik dapat tumbuh pada instalasi pipa, seperti gambar berikut ini.

Sumber gambar: ruangmom.com

3.       Bebas hama

Bertanam hidroponik seperti sayur maupun buah, tidak mudah terserang hama dan penyakit. Terutama sayur akan tumbuh lebih sehat dan bersih. Hal ini disebabkan menanam dengan hidroponik tidak menggunakan pestisida.

4.       Hasil panen banyak

Dengan lahan yang minim, menanam hidroponik jika ditekuni akan menghasilkan panen yang cukup banyak. Alasan logis mengapa panen hidroponik bisa lebih banyak, yakni instalasi hidroponik yang dapat dilakukan secara bertingkat. Hal ini membuat lahan lebih banyak menampung kuantitas tanaman.

 Kekurangan Hidroponik:

1.       Modal cukup besar

Saat pertama kali menanam hidroponik tentu akan membutuhkan modal yang cukup besar. Terutama bagi yang memulai budidaya tanaman dalam skala besar, modalnya juga akan sesuai dengan modal yang akan dikeluarkan. Beberapa alat yang dibutuhkan, yakni pipa, slang, pompa akuarium, dan set bor untuk pembuatan proses instalasi.

2.       Perlengkapan sukar didapatkan

Meskipun sudah banyak didengar, peralatan baik bahan dan alat untuk penanaman hidroponik masih cukup langka. Tidak semua toko pertanian menjual alat dan bahan untuk menanam hidroponik. Biasanya akan ada toko khusus yang akan menjual perlengkapan alat dan bahan hidroponik.

3.       Ketelitian ekstra

Butuh ketelitian ekstra dan keyakinan untuk menanam hidroponik. Petani harus mengontrol nutrisi berserta tingkat keasaaman PH pada tanaman secara berkala serta perhitungan pemberian nutrisi. Tentunya ini demi menghasilkan produk yang lebih berkualitas.

4.       Keterampilan khusus

Selain ketelitian yang ekstra, menanam hidroponik juga membutuh keterampilan khusus. Dalam hal ini berupa keterampilan menanam, membibit, menyemai hingga perawatannnya.

B.      Vertikultur

Sumber gambar: dosenpertanian.com

Vertikultur merupakan metode budidaya tanaman dengan cara membuat instalasi secara bertingkat (vertikal) dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah tanaman. Teknik budibaya ini merupakan konsep penghijauan yang cocok untuk daerah perkotaan dan lahan terbatas.

Vertikultur memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai berikut:

Kelebihan vertikultur:

1.       Efisiensi pemanfaatan lahan karena vertikultur dibuat secara bersusun.

2.   Portabel. Bila ditanam dengan wadah pot/ polibag/botol/kaleng, tanaman mudah dipindahkan ke lain tempat.

3.     Mengurangi penyiangan karena penanaman secara vertikal mengurangi tumbuhnya gulma.

4.  Penghematan pupuk karena diberikan pada wadah yang terbatas sehingga tidak mudah tercuci oleh hujan.

5. Penghematan pestisida, khususnya pestisida untuk serangga tanah karena media tanam dapat menggunakan media steril.

6.    Bila vertikultur diberi atap dapat mencegah kerusakan karena hujan.

7.  Bila dilakukan di ruangan tertutup (rumah kaca) dapat menghemat penyiraman karena dapat mengurangi penguapan air.

8.  Mempunyai segi keindahan dan estetika yang baik.

9.  Mempermudah perawatan karena tanaman mengelompok di satu lokasi.

Kekurangan Vertikultur:

1.     Membutuhkan pemberian pupuk dan penyiraman yang dilakukan secara kontinu, terutama yang beratap atau dengan rumah kaca.

2.    Bila dipindah tidak hati-hati maka tanaman bisa rusak atau patah, apabila sedang berbunga atau berbuah bisa rontok.

3.       Perawatan lebih intensif dan tingkat kesulitan yang lebih banyak karena kondisi tanaman bersusun.

4.       Investasi awal cukup besar terutama untuk membuat bangunan rumah kaca dan instalansi vertikulur.

C.      Kultur Jaringan Tumbuhan

Sumber gambar: utakatikotak.com

Kultur jaringan adalah suatu metode perbanyakan tumbuhan dengan cara mengambil suau bagian dari tanaman, seperti sel atau sekelompok sel, jaringan, atau organ. Bagian tanaman yang telah diambil selanjutnya ditumbuhkan dalam kondisi steril pada medium yang mengandung nutrisi dan zat pengatur tumbuh (hormon). Bagian tanaman akan dapat memperbanyak diri dan berkembang menjadi tanaman yang memiliki organ lengkap yaitu akar, batang, dan daun. Banyak jenis tumbuhan dapat dikembangkan menggunakan metode ini. Namun, tiap-tiap tumbuhan memerlukan perlakuan khusus agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Perbanyakan tanaman secara kultur jaringan memiliki beberapa kekurangan dan kelebihan.

Kelebihan kultur jaringan sebagai berikut.

1.       Merupakan Cara untuk menghasilkan bibit tanaman dalam jumlah banyak dengan waktu singkat.

2.       Tidak memerlukan wtempat luas, biasanya cukup dalam botol air mineral.

3.       Tidak bergantung pada musim sehingga bisa dilaksanakan sepangjang tahun.

4.       Bibit yang dihasilkan lebih sehat dan seragam.

5.       Memungkinkan untuk dilakukan rekayasa genetika.

Adapun kekurangan kultur jaringan sebagai berikut.

1.   Memerlukan biaya besar karena harus dilakukan di dalam laboratorium yang steril dan menggunakan bahan-bahan kimia.

2.       Memerlukan keahlian khusus.

3.    Memerlukan aklimatisasi ke lingkungan luar karena tanaman hasil kultur berukuran kecil dan bersifat antiseptik.

Selasa, 01 September 2020

PERKEMBANGBIAKAN VEGETATIF PADA TUMBUHAN ANGIOSPERMAE

 

    Untuk dapat melestarikan hidupnya, tumbuhan dianugerahi oeh Allah SWT kemampuan untuk bereproduksi atau berkembangbiak. Tumbuhan Angiospermae atau tumbuhan biji tertutup adalah tumbuhan yang memiliki ciri bakal biji berada dalam bakal buah (ovarium). Bakal buah adalah bagian putik yang membesar  yang tersusun oleh daun buah (karpel). Bakal buah selanjutnya akan berkembang menjadi buah dan bakal biji berkembang menjadi biji.

    Tumbuhan biji tertutup (Angiospermae) sangat penting bagi kehidupan manusia dan hewan, karena tumbuhan inilah yang menyediakan hampir semua bahan makanan yang berasal dari tumbuhan. Tumbuhan Angiospermae mengalami perkembangbiakan vegetatif dan perkembangbiakan generatif.

A.      Perkembangbiakan Vegetaif pada Tumbuhan Angiospermae

Perkembangbiakan secara vegetatif adalah cara perkembangbiakan tumbuhan dengan menggunakan bagian tumbuhan. Perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif dapat menghasilkan individu baru tanpa melibatkan proses fertilisasi (proses peleburan inti sel sperma dengan ini sel telur sehingga membentuk zigot).

Tumbuhan dapat melakukan perkembangbiakan vegetatif karena tumbuhan memiliki sel-sel yang memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi berbagai jenis  sel penyusun jaringan dan organ tumbuhan yang disebut sel meristem. Keturunan yang dihasilkan dari perkembangbiakan vegetatif memiliki sifat atau karakter yang sama dengan sifat induk.

Perkembangbiakan vegetatif dibagi menjadi dua, yaitu perkembangbiakan vegetatif alami dan perkembangbiakan vegetatif buatan.

1. Perkembangbiakan Vegetatif Alami

      Ada berbagai macam cara perkembangbiakan vegetatif alami, yaitu:

a)       Rhizoma

sumber gambar: farmakognosiku.blogspot.com
Rhizoma atau akar rimpang adalah batang yang tumbuh mendatar di dalam tanah.

Contoh tumbuhan yang perkembangbiakannya dengan rhizoma adalah jahe, kunyit, lengkuas, temu lawak, sansivera, bunga tasbih, dan alang-alang.





b)      Stolon

Sumber gambar: elysetiawan.com

Stolon atau geragih adalah batang yang tumbuh menjalar di atas permukaan tanah.

Contoh tumbuhan yang perkembangbiakannya dengan stolon adalah stoberi, arbei,dan pegagan.



c)       Umbi Lapis

sumber gambar: id.quora.com

Umbi lapis adalah modifikasi batang beserta daun yang memperlihatkan struktur berlapis-lapis.

Contoh tumbuhan yang perkembangbiakannya dengan umbi lapis adalah bawang merah, bawang bombai, bunga bakung.




d)      Umbi Batang

sumber gambar: id.quora.com

Umbi batang adalah pembengkakan pada bagian batang karena perubahan fungsi dan sebagai cadangan makanan.

Contoh tumbuhan yang perkembangbiakannya dengan umbi batang adalah: ubi jalar dan kentang.



e)      Umbi Akar

Sumber gambar: pembelajar.net

Umbi akar adalah pembengkakan pada bagian akar karena perubahan fungsi dan sebagai cadangan makanan.

Contoh tumbuhan yang perkembangbiakannya dengan umbi akar adalah: dahlia, wortel, dan lobak.



f)        Tunas

Sumber gambar: paktanidigital.com

Tunas adalah bakal individu baru yang muncul di batang bagian bawah.

Contoh tumbuhan yang perkembangbiakannya dengan tunas adalah: pohon pisang dan beberapa jenis palem.



g)       Tunas Adventif

Sumber gambar: kebun.co.id

Tunas adventif adalah tunas yang muncul selain di batang. Tunas yang terdapat pada tepi daun disebut tunas (kuncup) adventif daun, dan tunas yang terdapat pada akar disebut tunas adventif akar.

Contoh tumbuhan yang perkembangbiakannya dengan tunas adventif adalah: akar sukun, cemara, dan daun cocor bebek.


2.   Perkembangbiakan Vegetatif Buatan

         Perkembangbiakan vegetatif buatan adalah perkembangbiakan vegetatif dengan bantuan manusia, ada beberapa cara yang dapat dilakukan manusia untuk membantu pekembangbiakan tumbuhan,            yaitu:

a)       Cangkok

Sumber gambar: tanamanmart.com

Cangkok dapat dilakukan dengan mengelupas kulit suatu batang tanaman berkayu, kemudian dibalut dengan tanah dan dibungkus dengan sabut kelapa atau plastik, sehingga tumbuh akar. Apabila bagian kulit yang terkelupas telah tumbuh akar, maka batang dapat dipotong dan ditanam di tanah. Salah satu keunggulan cangkok adalah membuat tanaman cepat berbuah, tumbuhan dapat memiliki sifat yang sama dengan induknya. Sedangkan kekurangannya adalah tanaman mudah roboh karena perakaran kurang kuat dan tidak tahan kering. Cangkok dapat dilakukan pada tanaman berkayu seperti manga, rambutan, jeruk, dan jambu air.

b)      Merunduk

Sumber gambar: fungsiartikel.blogspot.com

Merunduk dapat dilakukan dengan membenamkan tangkai tanaman ke tanah, sehingga bagian yang tertanam dalam tanah tumbuh akar. Jika akar telah tumbuh, tanaman dapat dipisahkan dari induk. Keuntungan dari perkembangbiakan merunduk adalah menghasilkan tanaman yang memiliki sifat yang sama dengan induknya. Sedangkan kekurangannya adalah susah mendapatkan tanaman baru dengan jumlah yang banyak. Merunduk dapat dilakukan pada tanaman yang memiliki cabang batang yang Panjang dan lentur, misalnya bunga alamanda.

c)       Setek

Sumber gambar: dekoruma.com

Setek adalah cara perkembangbiakan vegetatif dengan memotong (memisahkan dari induk) suatu bagian tanaman dan kemudian ditanam untuk menghasilkan individu baru, misanya untuk menanam ketela pohon dapat menggunakan batangnya atau disebut setek batang. Tanaman cocor bebek dapat diperbanyak dengan menggunakan setek daun. Tanaman sukun dapat diperbanyak dengan menggunakan setek akar. Pertain juga menggunakan Teknik setek untuk menanam tebu, rumput gajah untuk pakan ternak, dan pohon seruni. Keuntungan teknik setek adalah tanaman baru akan menghasilkan rasa buha yang manis, dapat menghasilkan tanaman baru dalam jumlah yag banyak. Sedangkan kerugiannya adalah Teknik setek akan mempengaruhi tingkat kesuburan dan menghasilkan akar serabut.

d)      Menyambung (menganten)

Sumber gambar: m.kaskus.co.id

Menganten adalah memotong suatu batang tanaman lalu disambung dengan batang tanaman lain yang sejenis dan berbeda sifat. Kelebihan dari menganten adalah cepat bereproduksi, bisa memperoleh tanaman yang kuat dan mempercepat pertumbuhan pohon. Kekurangannya adalah jenis pohon yang disambung jumlahnya terbatas. Contoh: jeruk, manga, dan kakao.



e)      Menempel (okulasi)

Sumber gambar: faunadanflora.com

Okulasi adalah menempel mata tunas dari tanaman ke batang tanaman lain yang sejenis. Salah satu kelebihan okulasi adalah memperoleh tanaman dengan produktivitas tinggi dan penyiapan benih yang lebih singkat. Kekurangannya adalah terkadang hasil okulasi kurang normal dan belum tentu ada keserasian antara batang bawah dengan batang atas. Contoh: Bougenvile dan puring

Senin, 31 Agustus 2020

GERAK PADA TUMBUHAN

    

Sama halnya dengan manusia dan hewan, tumbuhan juga melakukan Gerakan. Hanya saja gerakan pada manusia dan hewan umumnya  mudah diamati. Gerak pada tumbuhan bisa terjadi karena adanya rangsangan baik dari luar maupun dari dalam tubuh tumbuhan itu sendiri. Berdasarkan asal datangnya rangsangan, gerak pada tumbuhan dibedakan menjadi tiga, yaitu:

1.       Gerak Endonom

Gerak endonom adalah gerak yang terjadi akbiat rangsangan yang berasaldari dalam sel atau tubuh tumbuhan.

Contoh: tumbuhan Hydrilla verticillate

(a) tumbuhan Hydrilla verticillata,
(b) gerak siklosis pada daun Hydrilla verticillata

    Tumbuhan Hydrilla verticillate memiliki struktur  seperti dinding tembok yang di dalamnya terdapat butiran bulat berwarna hijau. Struktur seperti tembok tersebut merupakan sel daun. Di dalam sel daun tersebut terdapat cairan yang disebut sitoplasma. Dalam sitoplasma terdapat butiran berwarna hijau yang disebut kloroplas. Kloroplas tersebut bergerak  berkeliling (rotasi) di dalam sel yang disebut gerak siklosis. Pergerakan tersebut sebenarnya akibat dari pergerakan atau aliran sitoplasma dari dalam sel tumbuhan tersebut. Gerak ini terjadi secara spontan dan berasal dari dalam sel tumbuhan tersebut.

2.       Gerak Higroskpis

Gerak higroskopis adalah gerak pada tumbuhan akibat adanya perubahan kadar air dalam sel tumbuhan sehingga menyebabkan penyusutan yang tidak merata pada bagian sel tumbuhan.

Contoh:

· Membukanya kotak-kotak sporangium tumbuhan paku

·  Pecahnya buah polong-polongan yang kering.

(a) kacang kedelai (Glycine max) (b) buah cangkring (Erythrina variegata) (c) buah biduri ( (Asclepias gigantea)

3.       Gerak Esionom

Gerak esionom adalah gerak tumbuhan yang disebabkan oleh adanya rangsangan dari luar tubuh tumbuhan (lingkungan sekitar). Berdasarkan respon gerak dilakukan tumbuhan, gerak esionom dapat dibedakan menjadi:

a. Gerak Tropisme

    Gerak tropisme adalah gerak Sebagian tubuh tumbuhan yang arah geraknya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan dari luar. Gerak tropisme memiliki dua Gerakan, yaitu gerak tropisme positif dan gerak tropisme negatif.

        Arah gerak tumbuhan yang mendekati arah datangnya rangsangan disebut gerak tropisme positif. Sedangkan arah gerak tumbuhan yang menjauhi arah datangnya rangsangan disebut gerak tropisme negatif.

        Gerak tropisme terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

1)      Gerak Fototropisme

Gerak fototropisme adalah jenis gerak tropisme yang dipengaruhi oleh rangsangan cahaya. Tumbuhan yang arah tumbuhnya mendekati sumber cahaya disebut fototropisme positif. Sedangkan yang menjauhi cahaya disebut fototropisme negatif.

Contoh: Bagian atas dari tumbuhan yang sering terkena cahaya matahari memberikan dampak fototropisme positif. Sedangkan akar dari tumbuhan tersebut memberikan dampak fototropisme negative. Akan tetapi, meskipun berdampak fototropisme negatif akar tumbuhan menjadi cepat memanjang dikarenakan adanya distribusi auksi yang turun dari batang pohon ke bawah menuju akar.


pertumbuhan tumbuhan menuju arah datangnya cahaya.

2)      Gerak Geotropisme

Gerak geotropisme adalah gerak tropisme yang terjadi karena adanya rangsangan dari gravitasi bumi.

Contoh: gerak akar tumbuhan yang menembus tanah ke bawah dan gerak batang tumbuhan yang tumbuh menjulang ke atas.

Gerak akar yang menuju ke pusat bumi disebut geotropism positif sedangkan gerak batang menjauhi pusat bumi disebut geotropism negatif.

Pertumbuhan akar jagung

            3)      Gerak Hidrotropisme

 Gerak hidrotropisme adalah gerak tropisme yang terjadi akibat adanya rangsangan dari air.

Contoh: gerak akar tumbuhan yang mendekati air.

4)      Gerak Tigmotropisme

Gerak tigmotropisme adalah gerak nasti yang terjadi akibat adanya rangsangan berupa sentuhan.

Contoh: Gerakan ini terjadi pada beberapa tumbuhan seperti mentimun, kacang Panjang, labu, anggur, dan markisa.

Sulur tumbuhan yang melilit pada tempat tumbuh

Beberapa tumbuhan tersebut memiliki organ tambahan yang disebut sulur. Sulur yang memanjang mengenai bagian benda yang tersentuh dan memberikan efek pertumbuhan pada sel-sel tumbuhan tersebut yang terkena sentuhan menjadi melambat dan memendek dibanding dengan bagian tumbuhan yang tidak terkena sentuhan. Akibatnya, bagian tumbuhan yang terkena sentuhan akan melengkung atau melilit benda yang menyentuhnya.

5)      Gerak Kemotropisme

Gerak kemotropisme adalah gerak tropisme yang terjadi akibat adanya rangsangan berupa zat kimia.

Contoh: gerakan buluh serbuk menuju sel telur yang dipengaruhi oleh zat gula (zat kimia) yang dikeluarkan oleh bakal buah.

Serbuk sari menempel di Kepala Putik selanjutnya berkecambah
membentuk buluh serbuk dan bergerak menuju sel telur.

Tumbuhan dapat melangsungkan kehidupannya karena Allah SWT memberikan kemampuan untuk bereproduksi. Reproduksi tumbuhan melibatkan proses penyerbukan, yaitu peristiwa jatuhnya serbuk sari di kepala putik. Di kepala putik, serbuk sari akan berkecambah dan membentuk buluh serbuk yang akan membawa gamet jantan menuju gamet betina.

 

      b. Gerak Taksis

    Gerak taksis adalah gerak pindah tempat seluruh bagian tumbuhan yang arahnya dipengaruhi oleh sumber rangsangan. Gerak taksis dibedakan menjadi:

1)      Gerak Fototaksis

Gerak fototaksis adalah gerak taksis yang dipengaruhi oleh rangsangan berupa cahaya.

Contoh: Euglena viridis

Gerak fototaksis pada Euglena viridis

Euglena viridisI merupakan organisme yang dapat dikelompokkan ke dalam Algae (Protista mirip tumbuhan) karena memiliki klorofil dan mampu melakukan fotosintesis. Dalam hidupnya, organisme tersebut membutuhkan cahaya, oleh karena itu Euglena viridis akan bergerak mendekati sumber cahaya. Namun, jika intensitas cahaya terlalu tinggi, Euglena viridis  akan berusaha menghindar. Kemampuan berpindahnya Euglena viridis disebabkan karena organisme tersebut memiliki alat gerak berupa flagella dan reseptor cahaya.

2)      Gerak Kemotaksis

Gerak kemotaksis adalah gerak taksis yang dipengaruhi oleh rangsangan berupa zat kimia.

Contoh: Gerakan spermatozoa tumbuhan lumut dan dan tumbuhan paku.

Tumbuhan lumut dan paku bereproduksi secara seksual, menghasilkan sel kelamin jantan yang disebut spermatozoid. Spermatozoid mampu bergerak menuju sel kelamin betina yang terdapat pada arkegonium akibat tertarik oleh zat gula dan protein yang dihasilkan oleh arkegonium.

      c. Gerak Nasti

    Gerak nasti adalah gerak tumbuhan yang tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Gerak nasti dibedakan menjadi:

1)      Gerak Seismonasti

Gerak seismonasti adalah gerak nasti yang dipengaruhi oleh getaran atau sentuhan.

Contoh: gerak menutup daun putri malu


2)      Gerak Niktinasti

Gerak niktinasti adalah gerak nasti yang dipengaruhi oleh rangsangan berupa kondisi siang hari dan malam hari.

Contoh: gerak daun tumbuhan bunga merak (Caesalpinia pulcherrima) dan daun tumbuhan lamtoro (Leucaena leucocephala).

Saat malam hari, daun tumbuhan bunga merak dan daun tumbuhan lamtoro akan menutup atau “tidur” dan akan membuka saat siang hari.

3)      Gerak Fotonasti

Gerak fotonasti adalah gerak nasti yang disebabkan oleh rangsangan berupa cahaya.

Contoh: mekarnya bunga pukul empat disebabkan oleh adanya rangsangan cahaya sore hari.

sumber gambar: kanopi-indonesia.org


4)      Gerak Termonasti.

Gerak termonasti adalah gerak nasti tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsangan berupa suhu.

Contoh: gerak mekarnya bunga tulip pada musim semi.

sumber gambar: plengdut.com

Bunga yang hidup di daerah yang memiliki empat musim seperti bunga tulip yang banyak ditanam di benua Eropa, hanya dapat mekar di musim semi. Hal ini karena suhu udara pada musim semi terasa lebih hangat.

Minggu, 30 Agustus 2020

SISTEM GERAK PADA HEWAN

    Salah satu sifat makhluk hidup adalah bergerak. Hewan bergerak dengan berbagai macam cara, misalnya pada kucing, ikan, dan burung. Kucing bergerak dengan menggunakan kaki, ikan bergerak menggunakan sirip, dan burung bergerak menggunakan sayap.

    Berikut ini kita akan membahas sistem gerak pada hewan berdasarkan tempat hidupnya.

      Gerak Hewan di Darat.

sumber gambar: worldofghibli.com

    Hewan yang hidup di darat memiliki otot dan tulang kuat. Hal tersebut diperlukan untuk mengatasi inersia (kecenderungan tubuh untuk diam) dan untuk menyimpan energi pegas (elastisitas) untuk melakukan berbagai aktivitas.

    Gajah dan kerbau memiliki massa tubuh yang sangat besar. Akibatnya, untuk bergerak gajah dan kerbau harus melawan inersia yang nilainya juga sangat besar. Namun, perbedaan struktur tulang serta kekuatan otot gajah dan kerbau membuat gajah mampu melakukan Gerakan yang lebih lincah daripada kerbau. Lain halnya dengan kuda, harimau, dan kijang. Ketiga hewan tersebut memiliki struktur rangka dan otot yang sangat kuat. Kijang dan harimau memiliki bentuk kaki yang lebih ramping sehingga kijang dan harimau mampu menyimpan elastisitas yang tinggi. Hal tersebut mengakibatkan pada saat berlari, kijang dan harimau lebih banyak melompat ke udara dan meluncur di udara. Gaya gesek udara yang jauh lebih kecil daripada gaya gesek permukaan tanah membuat kijang dapat berlari dengan kecepatan lebih tinggi daripada kuda. 

      

      Gerak Hewan di Air

sumber gambar:wallpaperbetter.com

    Air memiliki kerapatan yang lebih besar dibandingkan udara, sehingga hewan lebih sulit bergerak di air daripada di uadara. Air memiliki gaya ankgat yang lebih besar dibandingkan dengan udara dan tubuh hewan yang hidup di air memiliki massa jenis yang lebih kecil daripada lingkungannya. Kedua hal tersebut mengakibatkan hewan yang hidup di air dapat melayang-layang di dalam air dengan mengeluarkan energi sedikit karena adanya gaya angkat oleh air.

    Salah satu bentuk tubuh yang paling banyak dimiliki oleh hewan air adalah bentuk torpedo (streamline). Bentuk tubuh ini memungkinkan tubuh meliuk dari sisi ke sisi dan mengurangi hambatan Ketika bergerak di dalam air. Tubuh ikan dilengkapi otot dan tulang belakang yang fleksibel untuk mendrorong ekor dan sirip ikan di dalam air. Ikan juga memiliki sirip tambahan yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan. Untuk mengatur Gerakan naik turun, ikan memeiliki gelembung renang yang dapat mengeluarkan gas (biasanya berupa oksigen)

    Sebagian besar ikan menggunakan lateral pada tubuh dan sirip ekornya untuk menghasilkan gaya dorong ke depan. Ada juga yang bergerak menggunakan sirip pasangan dan sirip tengahnya. Ikan yang bergerak dengan sirip pasangan dan sirip tengah cocok untuk hidup di terumbu karang. Tetapi, jenis ikan ini tidak dapat berenang dengan menggunakan tubuh dan sirip ekornya.


Gerak Hewan di Udara

sumber gambar: steemit.com

    Burung adalah salah satu hewan yang bergerak di udara. Burung dapat terbang bebas di uadar menggunakan sayap. Masalah utama yang dihadapioleh hewan yang bergerak di uadara adalah gravitasi. Tubuh hewan-hewan tersebut harus memiliki gaya angkat yang besar untuk mengimbangi gaya gravitasi karena tidak mungkin tubuh hewan memiliki massa jenis yang mendekati massa jeni udara. Salah satu upaya memperbesar gaya angkat adalah dengan menggunakan sayap.

    Sayap burung tersusun atas kerangka yang kuat dan ringan serta otot yang kuat. Sayap burung memiliki bentuk melengkung sehingga udar yang mengalir pada bagian atas sayap lebih cepat daripada bagian bawahnya. Hal ini akan menghasilkan gaya akngkatdan gaya dorong yang efektif untuk pergerakan burung. Struktur sayap yang demikian disebut airfoil. Saat sayap dikepakkan, sayap memberikan gaya aksi terhadap udara di bawah sayap, sehingga udara akan mengalir ke bawah. Sesuai dengan hukum III Newton, Ketika benda pertama membrerikan gaya Faksi pada benda kedua, maka benda kedua akan memberikan gaya Freaksi pada benda pertama. Hal inilah yang membuat burung dapat terangkat ke atas. Prinsip yang sama pada pesawat terbang. Perhatikan gambar berikut!


ORGAN PENCERNAAN MANUSIA

Organ Pencernaan Sistem pencernaan manusia terdiri atas organ utama berupa saluran pencernaan dan organ tambahan. Saluran pencernaan merupak...